Senin, 07 November 2011

RD : Terkejut Lihat Start Timnas U-23


Pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan mengaku terkejut dengan performa anak asuhnya ketika mengalahkan Kamboja 6-0 dalam laga perdana Grup A SEA Games 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (7/11) malam WIB.

Menurut Rahmad, permainan yang diperagakan tim besutannya sudah sesuai dengan harapan. Hanya saja, mengingat duel melawan Kamboja merupakan laga pertama, ia tidak menyangka pemain tampil penuh percaya diri.

“Hari ini anak-anak memulai start yang di luar perkiraan saya. Jujur saja, awalnya saya mengira pemain akan tampil gugup di pertandingan pertama. Tapi mereka justru bermain lepas,” ungkap Rahmad.

“Anak-anak mampu menbatasi situasi, dan melakukan improvisasi, sehingga bisa meraih kemenangan. Mereka tampil penuh percaya diri.”

Kendati demikian, Rahmad meminta para pemain agar tidak terlalu cepat puas menyusul kemenangan telah tersebut. Sebab, masih banyak tantangan yang akan dihadapi di laga-laga berikutnya.

Selain itu, sejumlah kekurangan yang masih terlihat di pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi.

“Di awal [pertandingan] bermain cepat, tapi tidak konsisten. Tercatat Kamboja punya tiga peluang, salah satunya melalui gol off-side. Itu bukan kesalahan pemain belakang, tapi gelandang,” kata Rahmad.

Mitra Kukar Ikut IPL


Manajemen Mitra Kukar memastikan diri timnya untuk berlaga di Indonesia Premier Liga (IPL) 2011/2012. Sebelumnya, tim asal Kota Raja Tenggarong ini santer dikabarkan bergabung ke Indonesia Super Liga (ISL), kompetisi yang digalang oleh K-14 di bawah naungan PT. Liga Indonesia.

Kepastian Naga Mekes-julukan Mitra Kukar berlaga di IPL itu disampaikan oleh Ketua Umum Endri Erawan. Endri mengungkapkan, mengenai bergabungnya Mitra ke IPL sudah dirapatkan oleh seluruh jajaran pengurus. Dan, semuanya setuju dengan keputusan tersebut.


"Kami sepakat bergabung di IPL, Jadi ini bukan keputusan saya," kata Endri.
Sebagai tim promosi, lanjut Endri, mereka tak mau neko-neko. Mereka hanya ingin bermain di level tertinggi sepakbola Tanah Air untuk pertama kalinya. Nah, untuk itu, mereka ingin bermain di kompetisi yang sekarang ini diakui oleh PSSI.

"Siapapun PSSI-nya. Karena, kami tidak ingin degradasi lagi," kata Endri, serius.

Endri melanjutkan, karena Mitra punya target dan mimpi yang harus diraih. Mimpi seluruh jajaran pengurus Mitra adalah, tim dengan warna kebesaran kuning itu bisa tampil di kancah Asia.

Untuk bisa mewujudkan itu, berarti tim tersebut harus bermain di kompetisi yang diakui oleh federasi PSSI, AFC dan FIFA.

"Ini mimpi kami selama ini. Kami berusaha mewujudkannya," kata Endri.

Keputusan Mitra berlaga di IPL juga berdampak pada keikutsertaan mereka pada turnamen pramusim yang dihelat oleh PT. ISL. Mitra mengurungkan niatnya untuk tampil di turnamen Inter Island Cup (IIC) 2011 di Samarinda. Praktis, dengan tak berlaganya Mitra di IIC, hanya tersisa dua klub yang akan berlaga di turnamen antarpulau itu yakni Persisam Samarinda dan Persiba Balikpapan.

Meski demikian, sekalipun Mitra tak ambil bagian di IIC semangat publik bola Benua Etam tak surut untuk menyaksikan laga Persisam kontra Persiba pada pembuka IIC, Selasa (8/11) sore di Stadion Segiri.

Selasa, 13 September 2011

Sukses Pada Laga Perdana Liga Serie A

OCEANnews - Di laga perdana serie A Juventus langsung tancap gas. Menjamu Parma di kandang baru mereka , Juventus Stadium, klub berjuluk Bianconeri ini mencatatkan kemenangan telak 4-1. Dipimpin oleh sang kapten Alessandro Del Piero, Juventus tampil mendominasi sejak awal pertandingan. Bahkan, pada menit 16 mereka langsung bisa unggul atas tamunya lewat gol yang dicetak Stephan Lichtsteiner setelah meneruskan umpan Andrea Pirlo.


Usai gol tersebut, pertandingan berjalan cukup alot. Ducali, julukan Parma, berusaha keras mematahkan dominasi gelandang-gelandang Juve dengan memotong setiap aliran bola kepada para penyerang serta winger. Upaya tersebut cukup sukses, karena setidaknya sampai waktu turun minum kubu tuan rumah tidak bisa mencetak gol lagi. Sayangnya, di babak kedua performa Parma malah menurun. Alhasil, pada menit ke 57, Simone Pepe berhasil membawa timnya menggandakan keunggulan. Mantan pemain Udinese itu melepaskan tendangan keras ke pojok kanan gawang Antonio Mirante setelah mendapat umpan matang dari Del Piero. Juventus unggul 2-0.

Tidak puas dengan dua gol, tim besutan Antonio Conte ini terus melancarkan serangan ke area pertahanan Parma. Dan pada menit 73, Arturo Vidal yang baru masuk menggantikan Del Piero mencatatkan gol perdananya di Serie A sekaligus membawa Juventus semakin jauh meninggalkan Parma. Kedudukan kini berubah menjadi 3-0. Hanya berselang 10 menit dari gol Vidal, giliran Claudio Marchisio yang mengoyak jala gawang Mirante. Dia meneruskan umpan lambung Pirlo dan mengubah skor menjadi 4-0.

Sayangnya, keunggulan 4-0 tersebut membuat lini belakang Juve lengah. Berawal dari sebuah serangan balik pada injury time, Sebastian Giovinco yang menerima umpan matang di dalam kotak penalti dilanggar oleh Paolo De Ceglie. Atas perbuatannya itu, De Ceglie langsung diganjar kartu merah dan Parma dihadiahi tendangan dari titik 12 pas. Giovinco yang mengambil eksekusi dengan tenang menyelesaikan tugasnya. Skor 4-1 untuk kemenangan Juve ini bertahan sampai wasit meniup peluit panjang. (one)

The Era Of Sport Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger